Cari Produk
Informasi Kerja
Senin - Sabtu (09.00 - 21.00 WIB)
WA
Thanks To
smk
uni
Pojok Pacitan

Pangasan, Surga Tersembunyi

Trip 10 Januari 2016, kali ini melihat perahu terdampar dan pantai Pangasan di Kebonagung. Berwisata sekaligus olahraga, akhir cerita yang didapatkan. Foto Trip

Berangkat dipagi hari dari Kecamatan Pacitan dengan berkendara sepeda motor, rombongan bergerak ke arah Jalan Lintas Selatan. Menyusuri jalan besar dengan kondisi lancar tak terasa sampai didekat jembatan Gayam (satu satunya jembatan yang melintas di atas JLS). Sebelum (dekat) jembatan Gayam kita ambil arah kiri untuk selanjutnya melintasi jembatan dan dari sini perjalanan benar benar dimulai.

Kondisi jalan mulai dari jembatan Gayam ini perlu konsentrasi serius, selain kondisi jalan yang lumayan sempit dengan beberapa kondisi jalan yang rusak jalan disini naik turun dan berkelok. Namun sebenarnya seninya berkendara motor ya disini heheheh... tetep semangat. Perjalan menuju pangasan di jalan beraspal tidak jauh setelah ketemu pertigaan sekitar balai desa Katipugal (semoga bener). Setelah menemukan petunjuk arah menuju pantai Pangasan kita wajib ikut petunjuk arah ini.

Selepas papan arah, perjalanan membutuhkan konsentrasi yang lebih ekstra. Kondisi jalan bukan aspal tetapi model beton cor sejajar yang cukup untuk roda mobil, lagi lagi masih ada tanjakan, turunan dan jalan berkelok. Sekali lagi seninya berkendara heheheh... Perjalan dengan kondisi jalan seperti ini akan berlangsung lumayan lama, hingga menemukan pertigaan kecil dengan plang nama, arah kiri jalan turun ke pantai Pangasan, dan arah kanan menuju lokasi kapal terdampar. Pilihannya ke kapal terdampar terlebih dahulu.

Sampai pertigaan ini jalur ekstra hati-hati, kondisi jalan tanah tapi tetep lanjut... Motor tidak bisa sampai ke lokasi dekat kapal terdampar, setelah berkendara perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki melalui jalan setapak dengan kondisi alam yang hijau menlintasi jalan menurun. Perjalan ini berakhir di bukit Pikatan, disini kita bisa menyaksikan keagungan yang kuasa. Tebing batu yang sangat curam menjadi suguhan keindahan pertama yang terlihat. Dibawah tebing terlihat hutan hingga di bibir pantai yang lebat. Disisi tebing kita akan dimanjakan kondisi alam yang benar benar hijau dipadukan dengan ukiran pada tebing dan birunya pantai selatan. Keindahan disini akan terasa lengkap dengan paduan gunung batu ditengah lautan. Dan untuk mengungkapkan keindahannya hanya foto yang bisa menjelaskan.

Puas menikmati bukit pikatan, saatnya berolah raga... Menuju lokasi parkir motor dibutuhkan tenaga ekstra, apalagi kondisi mulai panas dengan jalan setapak yang mulai menanjak. Saatnya ngetus kringet, dan ternyata sampai parkiran pakaian basah keringat, muka seperti habis cuci muka, tetapi satu kata PUAS. Saatnya meluncur ke Pangasan.

Perjalanan menuju Pangasan didominasi jalan tanah menurun, kondisi yang mewajibkan konsentrasi penuh. Yang membuat perjalanan terasa nyaman, lingkungan sekitar yang masih hijau dengan banyaknya pepohonan di kanan kiri jalan. Sepeda motor tidak bisa sampai pangasan (kendaraan motor cross lebih pas untuk medan ini). Saatnya olah raga kembali. Jalan kaki menuju lokasi, dari tempat parkir motor, kondisi jalan tanah terus menurun hingga sampai pantai. Sebelum sampai ke pantai Pangasan, mata akan terus dimanjakan panorama hijau lingkungan sekitar, dan samar terdengar debur ombak.

Dan ternyata, pantai Pangasan ini memiliki keunikan tersendiri. Disebelah barat, lagi lagi mata dimanjakan dengan pahatan batu hasil Maha Karya Yang Kuasa, disana kita bisa melihat Gunung Lanang, gunung di bibir laut (terlihat juga dari bukit pikatan) dan lagi lagi tidak bisa menggambarkan dengan kata. Kondisi pantai pangasan didominasi dengan batuan besar yang membentuk benteng alam dengan kolam kolam kecil disekitar batu. Untuk berlindung dari panas, alam menyediakan pohon pandan yang sudah meninggi sehingga menjadi payung alam penyaring panas. Disekitar pantai terdapat persawahan penduduk dengan airnya yang bening (oh iya, disekitaran pantai tidak ada orang jualan, jika mau mencicipi air yang mengalir dari pipa untuk pengairan sawah bisa dijadikan penawar dahaha, seger....

Puas menikmati pantai, saatnya olah raga kembali. Jalan menanjak dengan kondisi lumayan panas menjadi tantangan menuju lokasi parkir. Tantangan yang benar benar membutuhkan fisik prima, jalan menanjak yang lumayan jauh wajib dinikmati, dengan harapan baju bisa basah keringat hehehe...

Trip hari ini, kita wisata, kita olahraga. Capek memang tapi kepuasan akan mahakarya Ilahi bakal jadi oleh oleh dari Pangasan.